Tuesday

:: Kita berpisah untuk sementara sayang ::

Sudah beberapa minggu ini "Matahariku" selalu menangis ketika ditinggal Ayah dan Ibunya pergi kerja. Banyak hal yang menjadi alasan dalam kepalaku, mungkin karena dia kangen dengan Ibu dan Ayahnya, mungkin karena kami 'membiasakan' mengajaknya jalan-jalan keliling komplek sebelum meninggalkannya atau bisa jadi karena dia merasa ditinggalkan dan kesepian.

Memang sejak aku kuliah lagi aku jarang bermain-main dengan "Matahariku" mungkin alasan mengapa ibunya kuliah lagi belum dapat dia mengerti. Berbeda dengan "Permata hatiku" dan "Pangeran Utamaku", Mereka yang selalu mengingatkanku setiap hari Sabtu dan Minggu pagi. Ibu belum pergi sekolah ? memangnya ibu nggak sekolah ? Gurunya ibu nggak masuk ? Kenapa ibu nggak sekolah ? ini pertanyaan standart ketika aku terlambat dari jadwal yang semestinya. Aku menganggap ini sebagai dukungan mereka untukku dalam mengejar cita-citaku seperti aku selalu menyemangati mereka mereka agar sekolah yang tinggi untuk mengejar cita-cita mereka.

"Matahariku" memang belum mengerti arti cita-cita, sekolah dan lainnya yang dia mengerti adalah bermain-main dengan Ayah dan Ibunya. Aku hampir tidak punya kata-kata ketika "Matahariku" menangis karena ingin ikut. Tentu saja ini membuat aku berfikir "Matahariku" mempunya hak atas diriku. Dan aku hanya dapat berkata dalam hati " Kita berpisah untuk sementara sayang ".  Nanti malam kita bertemu dan bermain-main lagi. 

Bagiku kuantitas memang perlu tetapi kualitas pada saat bersama anak-anak lebih penting.

No comments:

Post a Comment