Ya Tuhanku ...
jika ini adalah cobaan yang sama untuk kesekian kalinya, tunjukkanlah padaku apa dosaku terdahulu yang membuat cobaan ini selalu muncul ?
Ya Tuhanku ...
jika cobaan ini untuk menguji kesabaranku, tunjukkanlah padaku jalan yang Kau ridhoi
Ya Tuhanku ...
jika cobaan ini untuk menguji imanku, jangan biarkan aku berpaling dari Mu
Adalah bagiku ... semoga aku dapat kembali padaMu
Friday
Tuesday
aku ingin Engkau
Apabila Kau ingin menganugerahiku nikmat dunia
berikanlah kepada musuh-musuhMu
Apabila Kau ingin menganugerahiku nikmat surgawi
berikanlah kepada hamba-hambaMu
Adapun untukku, Engkau saja sudah cukup
berikanlah kepada musuh-musuhMu
Apabila Kau ingin menganugerahiku nikmat surgawi
berikanlah kepada hamba-hambaMu
Adapun untukku, Engkau saja sudah cukup
Saturday
Friday
:: Akhiri dengan Indah ::
Ya Allah,
Jika ini adalah hari terakhirku, dengarkanlah doaku hari ini
Berikanlah rahmatMu kepada anak-anakku, ibuku, suamiku dan saudara-saudaraku tersayang, termakasih telah dipertemukan kepada mereka dan pernah hadir ditengah-tengah mereka. adalah suatu berkah yang luar biasa yang aku syukuri saat ini.
Berikanlah keberkahan kepada semua manusia didunia ini, terima kasih atas kebersamaan kita didunia ini, mewarnai kehidupan yang ada.
Berikanlah kesabaran kepada kaum Nabi Muhammad dalam perjuangannya dalam melawan hawa nafsu dunia.
Maafkan segala dosa-dosa yang pernah aku perbuat baik disengaja maupun tidak disengaja. Maafkan segala dosa-dosa besar yang pernah aku perbuat yang mungkin saja mengakibatkan dosa-dosa besar lain yang menyertainya.
Maafkan aku wahai ibuku sayang, selama ini aku kurang memperhatikanmu, kurang membahagiakanmu, tetapi InsyaAllah kau selalu ada dalam setiap doa-doaku. Semoga diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat untuk mu. terima kasih telah melahirkan dan membesarkanku. dan bukan merupakan kesalahanmu jika aku melakukan kesalahan
Maafkan aku wahai anak-anakku sayang, selama ini aku kurang memperhatikan kalian, kurang membahagiakan kalian, tetapi Insya Allah kau selalu ada dalam setiap doa-doaku. Semoga cita-cita kalian tercapai dan segera menemukan misi yang diberikan Allah kepada kalian agar kalian selalu menjadi manusia yang bersykur
Maafkan aku wahai suamiku sayang, selama ini aku tidak dapat menjadi seseorang yang kau inginkan selama ini, tidak dapat memberikan kebahagian yang ingin kau rasakan sebagai seorang suami, bukan istri yang dapat menuruti nasehatmu, bukan istri yang dapat menjagamu, bukan pula istri yang penurut. Maafkan aku selalu mengecewakanmu dan membuatmu sakit. maafkan aku telah mengajakmu dalam suatu perbuatan dosa baik yang besar maupun yang kecil. maafkan aku telah mengecewakanmu. adalah bukan kesalahanmu yang tidak dapat membimbingku melainkan aku yang tidak mendengarkan kata-katamu. adalah bukan kesalahanmu yang tidak dapat berjalan dijalanNya melainkan aku yang tidak mengindahkannya. Terima kasih atas pertemuan kita didunia ini dan setiap moment yang indah yang melahirkan kebahagiaan dan moment yang dapat membuatku semakin dewasa.
Maafkan aku wahai teman dan saudara-saudaraku selama ini aku bukanlah teman yang baik, yang selalu egois tidak mau mendegarkan keluh kesahmu.
Jika aku mendapatkan kesempatan untuk dilahirkan kembali didunia ini, maka aku akan menjadi diriku saat ini sehingga aku dapat menghindari kesalahan kesalahan yang pernah aku perbuat dan meningkatkan keimanan yang mendalam kepadaMu
Ya Allah,
Terima kasih terima kasih terima kasih atas semua keberkahan yang kau berikan kepadaku setiap saat, setiap waktu selama aku hidup didunia ini. aku sudah menemukan misiku dalam hidupku tetapi aku belum sempurna menjalankannya.
Ijinkan aku menghadapMu dengan penuh kerendahan hati walau aku hanya mempunyai sebuah perasaan yaitu rasa cinta yang begitu mendalam kepadaMu.
Ya Allah,
aku merindukanMu ...
Jika ini adalah hari terakhirku, dengarkanlah doaku hari ini
Berikanlah rahmatMu kepada anak-anakku, ibuku, suamiku dan saudara-saudaraku tersayang, termakasih telah dipertemukan kepada mereka dan pernah hadir ditengah-tengah mereka. adalah suatu berkah yang luar biasa yang aku syukuri saat ini.
Berikanlah keberkahan kepada semua manusia didunia ini, terima kasih atas kebersamaan kita didunia ini, mewarnai kehidupan yang ada.
Berikanlah kesabaran kepada kaum Nabi Muhammad dalam perjuangannya dalam melawan hawa nafsu dunia.
Maafkan segala dosa-dosa yang pernah aku perbuat baik disengaja maupun tidak disengaja. Maafkan segala dosa-dosa besar yang pernah aku perbuat yang mungkin saja mengakibatkan dosa-dosa besar lain yang menyertainya.
Maafkan aku wahai ibuku sayang, selama ini aku kurang memperhatikanmu, kurang membahagiakanmu, tetapi InsyaAllah kau selalu ada dalam setiap doa-doaku. Semoga diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat untuk mu. terima kasih telah melahirkan dan membesarkanku. dan bukan merupakan kesalahanmu jika aku melakukan kesalahan
Maafkan aku wahai anak-anakku sayang, selama ini aku kurang memperhatikan kalian, kurang membahagiakan kalian, tetapi Insya Allah kau selalu ada dalam setiap doa-doaku. Semoga cita-cita kalian tercapai dan segera menemukan misi yang diberikan Allah kepada kalian agar kalian selalu menjadi manusia yang bersykur
Maafkan aku wahai suamiku sayang, selama ini aku tidak dapat menjadi seseorang yang kau inginkan selama ini, tidak dapat memberikan kebahagian yang ingin kau rasakan sebagai seorang suami, bukan istri yang dapat menuruti nasehatmu, bukan istri yang dapat menjagamu, bukan pula istri yang penurut. Maafkan aku selalu mengecewakanmu dan membuatmu sakit. maafkan aku telah mengajakmu dalam suatu perbuatan dosa baik yang besar maupun yang kecil. maafkan aku telah mengecewakanmu. adalah bukan kesalahanmu yang tidak dapat membimbingku melainkan aku yang tidak mendengarkan kata-katamu. adalah bukan kesalahanmu yang tidak dapat berjalan dijalanNya melainkan aku yang tidak mengindahkannya. Terima kasih atas pertemuan kita didunia ini dan setiap moment yang indah yang melahirkan kebahagiaan dan moment yang dapat membuatku semakin dewasa.
Maafkan aku wahai teman dan saudara-saudaraku selama ini aku bukanlah teman yang baik, yang selalu egois tidak mau mendegarkan keluh kesahmu.
Jika aku mendapatkan kesempatan untuk dilahirkan kembali didunia ini, maka aku akan menjadi diriku saat ini sehingga aku dapat menghindari kesalahan kesalahan yang pernah aku perbuat dan meningkatkan keimanan yang mendalam kepadaMu
Ya Allah,
Terima kasih terima kasih terima kasih atas semua keberkahan yang kau berikan kepadaku setiap saat, setiap waktu selama aku hidup didunia ini. aku sudah menemukan misiku dalam hidupku tetapi aku belum sempurna menjalankannya.
Ijinkan aku menghadapMu dengan penuh kerendahan hati walau aku hanya mempunyai sebuah perasaan yaitu rasa cinta yang begitu mendalam kepadaMu.
Ya Allah,
aku merindukanMu ...
Pria Terbaik Dalam Hidupku
Beberapa hari yang lalu, saat aku pulang dari kantor aku mendengarkan lagu savage garden - I knew I loved you yang diputar di Delta FM, kira kira seperti ini liriknya
Maybe it's intuition
But some things you just don't question
Like in your eyes
I see my future in an instant
And there it goes
I think I've found my best friend
I know that it might sound more than a little crazy
But I believe
I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life
Aku langsung teringat akan mimpiku duabelas tahun yang lalu. Dalam mimpi itu aku berjalan sendirian ntah dimana tapi yang aku rasakan tempat itu sangat indah. Jalan yang teramat panjang menuju kesuatu tempat entah dimana.
Karena asyik menikmati pemandangan, kakiku tak terkendali dan semakin kepinggir jalan, entah bagaimana aku hampir terjatuh kesebuah jurang yang curam dan tiba tiba saya seorang pria tampan menolongku dengan menarik tubuhku dan aku berada dalam pelukannya. (seperti di film-film itu loh :D) walau terjadi dengan cepat tapi aku merasa sangat nyaman dalam pelukannya, aku dapat merasakan detak jatungnya dan ingin rasanya berlama-lama dalam dekapannya.
Setelah dirasa aman, perlahan dia melepaskanku dan tanpa suara dia tersenyum kearahku. Aku menatapnya dan tidak dapat berkata apa-apa. Aku terdiam sejenak untuk menarik nafas dan memejamkan mata, pada saat aku membuka mata, baru kusadari ternyata ini hanya mimpi.
Aku terdiam dan mengingat-ingat kejadian dalam mimpi itu. Aku jatuh cinta … ya aku jatuh cinta kepada pria dalam mimpiku.
Waktu berlalu dan aku berkenalan dengan seorang pria. Pada saat kencan pertama kami, aku janji bertemu dengannya di halte depan Indosat. Kami rencana pergi ke sebuah mall di Jakarta Barat. Kencan pertama yang tidak pernah aku lupakan tentunya karena bukan hanya rasa bahagia saja tetapi aku bertemu dengan pria dalam mimpiku.
Pada saat pria itu menghampiriku, tubuh ini serasa ditarik dalam mimpi yang lalu. Aku terdiam terpaku melihatnya. Ya Allah … ini pria dalam mimpiku.
Dan Pria itu adalah suamiku saat ini. Ya Allah, terima kasih Kau telah memberikan yang terbaik untukku. PilihanMu adalah yang terbaik untukku.
I Love You Ayah Ony
Maybe it's intuition
But some things you just don't question
Like in your eyes
I see my future in an instant
And there it goes
I think I've found my best friend
I know that it might sound more than a little crazy
But I believe
I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life
Aku langsung teringat akan mimpiku duabelas tahun yang lalu. Dalam mimpi itu aku berjalan sendirian ntah dimana tapi yang aku rasakan tempat itu sangat indah. Jalan yang teramat panjang menuju kesuatu tempat entah dimana.
Karena asyik menikmati pemandangan, kakiku tak terkendali dan semakin kepinggir jalan, entah bagaimana aku hampir terjatuh kesebuah jurang yang curam dan tiba tiba saya seorang pria tampan menolongku dengan menarik tubuhku dan aku berada dalam pelukannya. (seperti di film-film itu loh :D) walau terjadi dengan cepat tapi aku merasa sangat nyaman dalam pelukannya, aku dapat merasakan detak jatungnya dan ingin rasanya berlama-lama dalam dekapannya.
Setelah dirasa aman, perlahan dia melepaskanku dan tanpa suara dia tersenyum kearahku. Aku menatapnya dan tidak dapat berkata apa-apa. Aku terdiam sejenak untuk menarik nafas dan memejamkan mata, pada saat aku membuka mata, baru kusadari ternyata ini hanya mimpi.
Aku terdiam dan mengingat-ingat kejadian dalam mimpi itu. Aku jatuh cinta … ya aku jatuh cinta kepada pria dalam mimpiku.
Waktu berlalu dan aku berkenalan dengan seorang pria. Pada saat kencan pertama kami, aku janji bertemu dengannya di halte depan Indosat. Kami rencana pergi ke sebuah mall di Jakarta Barat. Kencan pertama yang tidak pernah aku lupakan tentunya karena bukan hanya rasa bahagia saja tetapi aku bertemu dengan pria dalam mimpiku.
Pada saat pria itu menghampiriku, tubuh ini serasa ditarik dalam mimpi yang lalu. Aku terdiam terpaku melihatnya. Ya Allah … ini pria dalam mimpiku.
Dan Pria itu adalah suamiku saat ini. Ya Allah, terima kasih Kau telah memberikan yang terbaik untukku. PilihanMu adalah yang terbaik untukku.
I Love You Ayah Ony
I’tikaf
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Ada suatu amalan di bulan Ramadhan yang mesti kita ketahui bersama demi meraih banyak pahala di bulan tersebut. Amalan tersebut adalah i'tikaf. Bagaimanakah tuntunan Islam dalam menjalankan i'tikaf di bulan Ramadhan? Berikut panduan ringkas yang semoga bermanfaat bagi para pengunjung rumaysho.com sekalian. Semoga Allah senantiasa memberkahi.
I’tikaf secara bahasa berarti menetap pada sesuatu. Sedangkan secara syar’i, i’tikaf berarti menetap di masjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat.[1]
Dalil Disyari’atkannya I’tikaf
Ibnul Mundzir mengatakan, “Para ulama sepakat bahwa i’tikaf itu sunnah, bukan wajib kecuali jika seseorang mewajibkan bagi dirinya bernadzar untuk melaksanakan i’tikaf.”[2]
Dari Abu Hurairah, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliau beri'tikaf selama dua puluh hari”.[3]
Waktu i’tikaf yang lebih afdhol adalah di akhir-akhir ramadhan (10 hari terakhir bulan Ramadhan) sebagaimana hadits ‘Aisyah, ia berkata,
أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri'tikaf setelah kepergian beliau.”[4]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan malam lailatul qadar, untuk menghilangkan dari segala kesibukan dunia, sehingga mudah bermunajat dengan Rabbnya, banyak berdo’a dan banyak berdzikir ketika itu.[5]
I’tikaf Harus Dilakukan di Masjid
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,
وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
“(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri'tikaf dalam masjid”(QS. Al Baqarah: 187). Demikian juga dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu juga istri-istri beliau melakukannya di masjid, dan tidak pernah di rumah sama sekali. Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Para ulama sepakat bahwa disyaratkan melakukan i’tikaf di masjid.”[6] Termasuk wanita, ia boleh melakukan i’tikaf sebagaimana laki-laki, tidak sah jika dilakukan selain di masjid.[7]
I’tikaf Boleh Dilakukan di Masjid Mana Saja
Menurut mayoritas ulama, i’tikaf disyari’atkan di semua masjid karena keumuman firman Allah di atas (yang artinya) “Sedang kamu beri'tikaf dalam masjid”. [8]
Imam Bukhari membawakan Bab dalam kitab Shahihnya, “I’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramdhan dan i’tikaf di seluruh masjid.” Ibnu Hajar menyatakan, “Ayat tersebut (surat Al Baqarah ayat 187) menyebutkan disyaratkannya masjid, tanpa dikhususkan masjid tertentu”[9].[10]
Para ulama selanjutnya berselisih pendapat masjid apakah yang dimaksud. Apakah masjid biasa di mana dijalankan shalat jama’ah lima waktu[11] ataukah masjid jaami’ yang diadakan juga shalat jum’at di sana?
Imam Malik mengatakan bahwa i’tikaf boleh dilakukan di masjid mana saja (asal ditegakkan shalat lima waktu di sana, pen) karena keumuman firman Allah Ta’ala,
وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
“sedang kamu beri'tikaf dalam masjid”(QS. Al Baqarah: 187). Ini juga menjadi pendapat Imam Asy Syafi’i. Namun Imam Asy Syafi’i rahimahullah menambahkan syarat, yaitu masjid tersebut diadakan juga shalat Jum’at.[12] Tujuannya di sini adalah agar ketika pelaksanaan shalat Jum’at, orang yang beri’tikaf tidak perlu keluar dari masjid.
Kenapa disyaratkan di masjid yang ditegakkan shalat jama’ah? Ibnu Qudamah katakan, “Shalat jama’ah itu wajib (bagi laki-laki). Jika seorang laki-laki yang hendak melaksanakan i’tikaf tidak berdiam di masjid yang tidak ditegakkan shalat jama’ah, maka bisa terjadi dua dampak negatif: (1) meninggalkan shalat jama’ah yang hukumnya wajib, dan (2) terus menerus keluar dari tempat i’tikaf padahal seperti ini bisa saja dihindari. Jika semacam ini yang terjadi, maka ini sama saja tidak i’tikaf. Padahal maksud i’tikaf adalah untuk menetap dalam rangka melaksanakan ibadah pada Allah.”[13]
Wanita Boleh Beri’tikaf
Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri beliau untuk beri’tikaf. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ - قَالَ - فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus i'tikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa'id) berkata: Kemudian 'Aisyah radhiyallahu 'anha meminta izin untuk bisa beri'tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”[14]
Dari ‘Aisyah, ia berkata,
أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri'tikaf setelah kepergian beliau.”[15]
Namun wanita boleh beri’tikaf di masjid asalkan memenuhi 2 syarat: (1) Meminta izin suami dan (2) Tidak menimbulkan fitnah (godaan bagi laki-laki) sehingga wanita yang i’tikaf harus benar-benar menutup aurat dengan sempurna dan juga tidak memakai wewangian.[16]
Lama Waktu Berdiam di Masjid
Para ulama sepakat bahwa i’tikaf tidak ada batasan waktu maksimalnya. Namun mereka berselisih pendapat berapa waktu minimal untuk dikatakan sudah beri’tikaf. [17]
Bagi ulama yang mensyaratkan i’tikaf harus disertai dengan puasa, maka waktu minimalnya adalah sehari. Ulama lainnya mengatakan dibolehkan kurang dari sehari, namun tetap disyaratkan puasa. Imam Malik mensyaratkan minimal sepuluh hari. Imam Malik juga memiliki pendapat lainnya, minimal satu atau dua hari. Sedangkan bagi ulama yang tidak mensyaratkan puasa, maka waktu minimal dikatakan telah beri’tikaf adalah selama ia sudah berdiam di masjid dan di sini tanpa dipersyaratkan harus duduk.[18]
Yang tepat dalam masalah ini, i’tikaf tidak dipersyaratkan untuk puasa, hanya disunnahkan[19]. Menurut mayoritas ulama, i’tikaf tidak ada batasan waktu minimalnya, artinya boleh cuma sesaat di malam atau di siang hari.[20] Al Mardawi rahimahullah mengatakan, “Waktu minimal dikatakan i’tikaf pada i’tikaf yang sunnah atau i’tikaf yang mutlak[21] adalah selama disebut berdiam di masjid (walaupun hanya sesaat).”[22]
Yang Membatalkan I’tikaf
Keluar masjid tanpa alasan syar’i dan tanpa ada kebutuhan yang mubah yang mendesak.
Jima’ (bersetubuh) dengan istri berdasarkan Surat Al Baqarah ayat 187. Ibnul Mundzir telah menukil adanya ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa yang dimaksud mubasyaroh dalam surat Al Baqarah ayat 187 adalah jima’ (hubungan intim)[23].
Yang Dibolehkan Ketika I’tikaf
Keluar masjid disebabkan ada hajat yang mesti ditunaikan seperti keluar untuk makan, minum, dan hajat lain yang tidak bisa dilakukan di dalam masjid.
Melakukan hal-hal mubah seperti mengantarkan orang yang mengunjunginya sampai pintu masjid atau bercakap-cakap dengan orang lain.
Istri mengunjungi suami yang beri’tikaf dan berdua-duaan dengannya.
Mandi dan berwudhu di masjid.
Membawa kasur untuk tidur di masjid.
Mulai Masuk dan Keluar Masjid
Jika ingin beri’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka seorang yang beri’tikaf mulai memasuki masjid setelah shalat Shubuh pada hari ke-21 dan keluar setelah shalat shubuh pada hari ‘Idul Fithri menuju lapangan. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits ‘Aisyah, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ - قَالَ - فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus i'tikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa'id) berkata: Kemudian 'Aisyah radhiyallahu 'anha meminta izin untuk bisa beri'tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”[24]
Namun para ulama madzhab menganjurkan untuk memasuki masjid menjelang matahari tenggelam pada hari ke-20 Ramadhan. Mereka mengatakan bahwa yang namanya 10 hari yang dimaksudkan adalah jumlah bilangan malam sehingga seharusnya dimulai dari awal malam.
Adab I’tikaf
Hendaknya ketika beri’tikaf, seseorang menyibukkan diri dengan melakukan ketaatan seperti berdo’a, dzikir, bershalawat pada Nabi, mengkaji Al Qur’an dan mengkaji hadits. Dan dimakruhkan menyibukkan diri dengan perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat.[25]
Semoga panduan singkat ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan membuahkan amalan tentunya.
Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.
Ada suatu amalan di bulan Ramadhan yang mesti kita ketahui bersama demi meraih banyak pahala di bulan tersebut. Amalan tersebut adalah i'tikaf. Bagaimanakah tuntunan Islam dalam menjalankan i'tikaf di bulan Ramadhan? Berikut panduan ringkas yang semoga bermanfaat bagi para pengunjung rumaysho.com sekalian. Semoga Allah senantiasa memberkahi.
I’tikaf secara bahasa berarti menetap pada sesuatu. Sedangkan secara syar’i, i’tikaf berarti menetap di masjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat.[1]
Dalil Disyari’atkannya I’tikaf
Ibnul Mundzir mengatakan, “Para ulama sepakat bahwa i’tikaf itu sunnah, bukan wajib kecuali jika seseorang mewajibkan bagi dirinya bernadzar untuk melaksanakan i’tikaf.”[2]
Dari Abu Hurairah, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliau beri'tikaf selama dua puluh hari”.[3]
Waktu i’tikaf yang lebih afdhol adalah di akhir-akhir ramadhan (10 hari terakhir bulan Ramadhan) sebagaimana hadits ‘Aisyah, ia berkata,
أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri'tikaf setelah kepergian beliau.”[4]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan malam lailatul qadar, untuk menghilangkan dari segala kesibukan dunia, sehingga mudah bermunajat dengan Rabbnya, banyak berdo’a dan banyak berdzikir ketika itu.[5]
I’tikaf Harus Dilakukan di Masjid
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,
وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
“(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri'tikaf dalam masjid”(QS. Al Baqarah: 187). Demikian juga dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu juga istri-istri beliau melakukannya di masjid, dan tidak pernah di rumah sama sekali. Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Para ulama sepakat bahwa disyaratkan melakukan i’tikaf di masjid.”[6] Termasuk wanita, ia boleh melakukan i’tikaf sebagaimana laki-laki, tidak sah jika dilakukan selain di masjid.[7]
I’tikaf Boleh Dilakukan di Masjid Mana Saja
Menurut mayoritas ulama, i’tikaf disyari’atkan di semua masjid karena keumuman firman Allah di atas (yang artinya) “Sedang kamu beri'tikaf dalam masjid”. [8]
Imam Bukhari membawakan Bab dalam kitab Shahihnya, “I’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramdhan dan i’tikaf di seluruh masjid.” Ibnu Hajar menyatakan, “Ayat tersebut (surat Al Baqarah ayat 187) menyebutkan disyaratkannya masjid, tanpa dikhususkan masjid tertentu”[9].[10]
Para ulama selanjutnya berselisih pendapat masjid apakah yang dimaksud. Apakah masjid biasa di mana dijalankan shalat jama’ah lima waktu[11] ataukah masjid jaami’ yang diadakan juga shalat jum’at di sana?
Imam Malik mengatakan bahwa i’tikaf boleh dilakukan di masjid mana saja (asal ditegakkan shalat lima waktu di sana, pen) karena keumuman firman Allah Ta’ala,
وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
“sedang kamu beri'tikaf dalam masjid”(QS. Al Baqarah: 187). Ini juga menjadi pendapat Imam Asy Syafi’i. Namun Imam Asy Syafi’i rahimahullah menambahkan syarat, yaitu masjid tersebut diadakan juga shalat Jum’at.[12] Tujuannya di sini adalah agar ketika pelaksanaan shalat Jum’at, orang yang beri’tikaf tidak perlu keluar dari masjid.
Kenapa disyaratkan di masjid yang ditegakkan shalat jama’ah? Ibnu Qudamah katakan, “Shalat jama’ah itu wajib (bagi laki-laki). Jika seorang laki-laki yang hendak melaksanakan i’tikaf tidak berdiam di masjid yang tidak ditegakkan shalat jama’ah, maka bisa terjadi dua dampak negatif: (1) meninggalkan shalat jama’ah yang hukumnya wajib, dan (2) terus menerus keluar dari tempat i’tikaf padahal seperti ini bisa saja dihindari. Jika semacam ini yang terjadi, maka ini sama saja tidak i’tikaf. Padahal maksud i’tikaf adalah untuk menetap dalam rangka melaksanakan ibadah pada Allah.”[13]
Wanita Boleh Beri’tikaf
Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri beliau untuk beri’tikaf. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ - قَالَ - فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus i'tikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa'id) berkata: Kemudian 'Aisyah radhiyallahu 'anha meminta izin untuk bisa beri'tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”[14]
Dari ‘Aisyah, ia berkata,
أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri'tikaf setelah kepergian beliau.”[15]
Namun wanita boleh beri’tikaf di masjid asalkan memenuhi 2 syarat: (1) Meminta izin suami dan (2) Tidak menimbulkan fitnah (godaan bagi laki-laki) sehingga wanita yang i’tikaf harus benar-benar menutup aurat dengan sempurna dan juga tidak memakai wewangian.[16]
Lama Waktu Berdiam di Masjid
Para ulama sepakat bahwa i’tikaf tidak ada batasan waktu maksimalnya. Namun mereka berselisih pendapat berapa waktu minimal untuk dikatakan sudah beri’tikaf. [17]
Bagi ulama yang mensyaratkan i’tikaf harus disertai dengan puasa, maka waktu minimalnya adalah sehari. Ulama lainnya mengatakan dibolehkan kurang dari sehari, namun tetap disyaratkan puasa. Imam Malik mensyaratkan minimal sepuluh hari. Imam Malik juga memiliki pendapat lainnya, minimal satu atau dua hari. Sedangkan bagi ulama yang tidak mensyaratkan puasa, maka waktu minimal dikatakan telah beri’tikaf adalah selama ia sudah berdiam di masjid dan di sini tanpa dipersyaratkan harus duduk.[18]
Yang tepat dalam masalah ini, i’tikaf tidak dipersyaratkan untuk puasa, hanya disunnahkan[19]. Menurut mayoritas ulama, i’tikaf tidak ada batasan waktu minimalnya, artinya boleh cuma sesaat di malam atau di siang hari.[20] Al Mardawi rahimahullah mengatakan, “Waktu minimal dikatakan i’tikaf pada i’tikaf yang sunnah atau i’tikaf yang mutlak[21] adalah selama disebut berdiam di masjid (walaupun hanya sesaat).”[22]
Yang Membatalkan I’tikaf
Keluar masjid tanpa alasan syar’i dan tanpa ada kebutuhan yang mubah yang mendesak.
Jima’ (bersetubuh) dengan istri berdasarkan Surat Al Baqarah ayat 187. Ibnul Mundzir telah menukil adanya ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa yang dimaksud mubasyaroh dalam surat Al Baqarah ayat 187 adalah jima’ (hubungan intim)[23].
Yang Dibolehkan Ketika I’tikaf
Keluar masjid disebabkan ada hajat yang mesti ditunaikan seperti keluar untuk makan, minum, dan hajat lain yang tidak bisa dilakukan di dalam masjid.
Melakukan hal-hal mubah seperti mengantarkan orang yang mengunjunginya sampai pintu masjid atau bercakap-cakap dengan orang lain.
Istri mengunjungi suami yang beri’tikaf dan berdua-duaan dengannya.
Mandi dan berwudhu di masjid.
Membawa kasur untuk tidur di masjid.
Mulai Masuk dan Keluar Masjid
Jika ingin beri’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka seorang yang beri’tikaf mulai memasuki masjid setelah shalat Shubuh pada hari ke-21 dan keluar setelah shalat shubuh pada hari ‘Idul Fithri menuju lapangan. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits ‘Aisyah, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ - قَالَ - فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus i'tikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa'id) berkata: Kemudian 'Aisyah radhiyallahu 'anha meminta izin untuk bisa beri'tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”[24]
Namun para ulama madzhab menganjurkan untuk memasuki masjid menjelang matahari tenggelam pada hari ke-20 Ramadhan. Mereka mengatakan bahwa yang namanya 10 hari yang dimaksudkan adalah jumlah bilangan malam sehingga seharusnya dimulai dari awal malam.
Adab I’tikaf
Hendaknya ketika beri’tikaf, seseorang menyibukkan diri dengan melakukan ketaatan seperti berdo’a, dzikir, bershalawat pada Nabi, mengkaji Al Qur’an dan mengkaji hadits. Dan dimakruhkan menyibukkan diri dengan perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat.[25]
Semoga panduan singkat ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan membuahkan amalan tentunya.
Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.
Saatnya kembali
sepuluh tahun kau pinjamkan sinar itu
kini sudah saatnya dia kembali padaMu
karena ku tau pasti bahwa Kau cemburu
dan ingin aku kembali menatapMu
kini aku mengerti mengapa Kau begitu cemburu
karena Kau sangat mencintaiku
Ya Tuhanku :)
kini sudah saatnya dia kembali padaMu
karena ku tau pasti bahwa Kau cemburu
dan ingin aku kembali menatapMu
kini aku mengerti mengapa Kau begitu cemburu
karena Kau sangat mencintaiku
Ya Tuhanku :)
Monday
"Selamat Ulang Tahun Matahariku"
23 Agustus 2010
Malam menjelang 23 kemarin aku tidak dapat menemanimu tidur karena aku harus menemani anak kita yang sedang sakit. Suara batuknya sangat mengganggu hatiku dan aku pun tidur dengan memeluknya dan berharap batuknya segera sembuh.
Aku terkaget dengan suara alaram handphone yang telah disetting pukul 2 dini hari untuk bisa menyiapkan makan sahur keluarga, tetapi entah mengapa aku sangat mengantuk dan aku hanya melihat handphone dan tersadar aku tertidur di kamar anak-anak.
Aku berjalan kearah kamar kita dan membiarkan alarm handphone tetap menyala berharap aku akan terjaga lagi. Hingga akhirnya aku melanjutkan tidur kembali.
Alarm handhpone membuatku terbangun kembali setelah dia membiarkan aku tertidur beberapa menit. Aku pun terbangun dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sahur.
Entah kenapa perasaanku sangat tidak enak perasaan marah, sedih, terbuang datang tiba-tiba. Tapi aku menepis semua perasaan itu, karena aku merasa tidak memimpikan apa-apa dan tidak punya alas an untuk itu.
Aku menyiapkan pecel untuk suamiku karena beberapa hari yang lalu dia minta makan pecel depok saat berbuka. Walau pecel yang aku buat tidak seenak pecel depok tapi aku berusaha memasaknya dengan cinta, dan Insya Allah rasanyapun pasti tidak jauh beda
Aku mengecek nasi apakah masih ada atau tidak, ternyata pyuhhh … nasi yang aku masak sore basi. Haduhhh membuatku tambah BT. Langsung aku minta si mbak untuk masak nasi lagi.
Aku berjalan kekamar dengan perasaan tadi. Aku bilang “ kenapa ya ayah, aku kok bangun tidur langsung gondok ya “ mas Ony bilang “emang tadi mimpi apa ? “ “perasaan tidak mimpi apa-apa “, pikirku. “hmm … perasaanku tidak enak dan nasi yang aku masak sore basi, mungkin akan ada apa-apa” bilangku lagi. “ ayah hati-hati dalam bertindak ya, perasaanku tidak enak” mintaku kembali.
Aku tersadar bahwa hari ini ulang tahun suamiku dan spontan aku bilang “oh iya Ayah … selamat ulang tahun ya, maaf aku nggak bisa ngasih apa-apa”. “peluknya mana ? “ lanjut mas Ony. Dengan perasaan masih tidak enak aku pun memeluknya sambil berbisik “ Selamat ulang tahun ya, I love you” .
“Ayah, karena sekarang hari senin, maukah Ayah berangkat pagi ke kantor?” pintaku. “tadi aku juga niat seperti itu, setelah sahur dan sholat subuh kita langsung berangkat” lanjutnya.
Sepanjang perjalanan menuju kantor aku sedih tidak dapat memberikan apa-apa sebagai kado ulang tahun suamiku.
Pernah beberapa tahun yang lalu aku membelikan kado untuknya, dan isinya sama dengan kadonya untukku. Maklum ulang tahun kami memang berdekatan, biasanya kita melakukan tukaran kado :). Dan ternyata setelah ditelusuri, hari itu kita sama-sama membeli kado tersebut di sebuah mall yang sama. Dan kejadian serupa sering sekali terjadi pada kehidupan kami berdua. Seperti dua orang anak yang kembar siam.
“Tapi aku belum menemukan cara pengganti kado untuknya, apa yang bisa aku lakukan agar hari ini dia merasa teristimewa”, lamunku. “hmm sebuah puisi … ya sebuah puisi” lanjutku dalam lamunan.
Pada jam istirahat kantor aku pun menulis puisi ini untuknya berikut isinya
:: Sang Waktu ::
Sang waktu tetap berjalan, tanpa menunggumu
Dia tidak peduli apakah kau mengisinya dengan makna
Detik demi detik bergulir, tanpa menunggumu
Dia tidak peduli apakah kau memanfaatkannya dengan bersuci
Dan umurmu akan tetap bertambah tanpa kau sadari
Rentang waktu kadang membuat kita belajar
Membuat kita semakin dewasa
Rentang waktu kadang membuat kita terlena
Membuat kita melanggar titah Sang Kuasa
Dan umurmu akan tetap bertambah tanpa kau sadari
Walau Einstein berkata “rentang waktu itu berbeda tergantung bagaimana keadaan kita pada saat itu”
Walau Hasan Al-Bana berkata “ Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”
Walau Paman Sam berkata “ Waktu adalah uang”
Tapi bagiku “waktu adalah kehidupan”
Dan umurmu akan tetap bertambah tanpa kau sadari
Bagi mereka kau hanya seorang teman, sahabat, karyawan dan keluarga
Tapi bagiku kau adalah Matahariku
Bagimu kau hanya seorang suami dan ayah
Tapi bagiku kau adalah Kehidupanku
Maukah kamu mempimpin kami menelusuri Sang Waktu ?
Hingga tiba saatnya Sang Pemilik Waktu meminta kami kembali
Maukah kamu mempimpin kami menelusuri Sang Waktu ?
Hingga tiba saatnya Sang Pemilik Waktu memintamu kembali
“Selamat Ulang Tahun Matahariku, semoga kau dapat menelurusi waktumu dijalan Nya dan dapat menghantarkan kami kepada Nya”. Amin
/. Bidadari_Jail
Malam menjelang 23 kemarin aku tidak dapat menemanimu tidur karena aku harus menemani anak kita yang sedang sakit. Suara batuknya sangat mengganggu hatiku dan aku pun tidur dengan memeluknya dan berharap batuknya segera sembuh.
Aku terkaget dengan suara alaram handphone yang telah disetting pukul 2 dini hari untuk bisa menyiapkan makan sahur keluarga, tetapi entah mengapa aku sangat mengantuk dan aku hanya melihat handphone dan tersadar aku tertidur di kamar anak-anak.
Aku berjalan kearah kamar kita dan membiarkan alarm handphone tetap menyala berharap aku akan terjaga lagi. Hingga akhirnya aku melanjutkan tidur kembali.
Alarm handhpone membuatku terbangun kembali setelah dia membiarkan aku tertidur beberapa menit. Aku pun terbangun dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sahur.
Entah kenapa perasaanku sangat tidak enak perasaan marah, sedih, terbuang datang tiba-tiba. Tapi aku menepis semua perasaan itu, karena aku merasa tidak memimpikan apa-apa dan tidak punya alas an untuk itu.
Aku menyiapkan pecel untuk suamiku karena beberapa hari yang lalu dia minta makan pecel depok saat berbuka. Walau pecel yang aku buat tidak seenak pecel depok tapi aku berusaha memasaknya dengan cinta, dan Insya Allah rasanyapun pasti tidak jauh beda
Aku mengecek nasi apakah masih ada atau tidak, ternyata pyuhhh … nasi yang aku masak sore basi. Haduhhh membuatku tambah BT. Langsung aku minta si mbak untuk masak nasi lagi.
Aku berjalan kekamar dengan perasaan tadi. Aku bilang “ kenapa ya ayah, aku kok bangun tidur langsung gondok ya “ mas Ony bilang “emang tadi mimpi apa ? “ “perasaan tidak mimpi apa-apa “, pikirku. “hmm … perasaanku tidak enak dan nasi yang aku masak sore basi, mungkin akan ada apa-apa” bilangku lagi. “ ayah hati-hati dalam bertindak ya, perasaanku tidak enak” mintaku kembali.
Aku tersadar bahwa hari ini ulang tahun suamiku dan spontan aku bilang “oh iya Ayah … selamat ulang tahun ya, maaf aku nggak bisa ngasih apa-apa”. “peluknya mana ? “ lanjut mas Ony. Dengan perasaan masih tidak enak aku pun memeluknya sambil berbisik “ Selamat ulang tahun ya, I love you” .
“Ayah, karena sekarang hari senin, maukah Ayah berangkat pagi ke kantor?” pintaku. “tadi aku juga niat seperti itu, setelah sahur dan sholat subuh kita langsung berangkat” lanjutnya.
Sepanjang perjalanan menuju kantor aku sedih tidak dapat memberikan apa-apa sebagai kado ulang tahun suamiku.
Pernah beberapa tahun yang lalu aku membelikan kado untuknya, dan isinya sama dengan kadonya untukku. Maklum ulang tahun kami memang berdekatan, biasanya kita melakukan tukaran kado :). Dan ternyata setelah ditelusuri, hari itu kita sama-sama membeli kado tersebut di sebuah mall yang sama. Dan kejadian serupa sering sekali terjadi pada kehidupan kami berdua. Seperti dua orang anak yang kembar siam.
“Tapi aku belum menemukan cara pengganti kado untuknya, apa yang bisa aku lakukan agar hari ini dia merasa teristimewa”, lamunku. “hmm sebuah puisi … ya sebuah puisi” lanjutku dalam lamunan.
Pada jam istirahat kantor aku pun menulis puisi ini untuknya berikut isinya
:: Sang Waktu ::
Sang waktu tetap berjalan, tanpa menunggumu
Dia tidak peduli apakah kau mengisinya dengan makna
Detik demi detik bergulir, tanpa menunggumu
Dia tidak peduli apakah kau memanfaatkannya dengan bersuci
Dan umurmu akan tetap bertambah tanpa kau sadari
Rentang waktu kadang membuat kita belajar
Membuat kita semakin dewasa
Rentang waktu kadang membuat kita terlena
Membuat kita melanggar titah Sang Kuasa
Dan umurmu akan tetap bertambah tanpa kau sadari
Walau Einstein berkata “rentang waktu itu berbeda tergantung bagaimana keadaan kita pada saat itu”
Walau Hasan Al-Bana berkata “ Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”
Walau Paman Sam berkata “ Waktu adalah uang”
Tapi bagiku “waktu adalah kehidupan”
Dan umurmu akan tetap bertambah tanpa kau sadari
Bagi mereka kau hanya seorang teman, sahabat, karyawan dan keluarga
Tapi bagiku kau adalah Matahariku
Bagimu kau hanya seorang suami dan ayah
Tapi bagiku kau adalah Kehidupanku
Maukah kamu mempimpin kami menelusuri Sang Waktu ?
Hingga tiba saatnya Sang Pemilik Waktu meminta kami kembali
Maukah kamu mempimpin kami menelusuri Sang Waktu ?
Hingga tiba saatnya Sang Pemilik Waktu memintamu kembali
“Selamat Ulang Tahun Matahariku, semoga kau dapat menelurusi waktumu dijalan Nya dan dapat menghantarkan kami kepada Nya”. Amin
/. Bidadari_Jail
Wednesday
Perjalanan Hidupku yang akan datang
baru kali ini aku berusaha untuk tidak memikirkan apa-apa
aku ikhlaskan perjalanan hidupku kepada Mu ya Tuhanku :)
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
akan menjadi kenyataan
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
bukanlah yang terbaik menurutku
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
hanya keinginaku sesaat bukan apa yang aku butuhkan
Ya Allah,
Aku ikhlaskan perjalanan hidupku padaMu
Berilah aku jalan yang lurus, jalan yang Kau Ridhoi
aku ikhlaskan perjalanan hidupku kepada Mu ya Tuhanku :)
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
akan menjadi kenyataan
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
bukanlah yang terbaik menurutku
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
hanya keinginaku sesaat bukan apa yang aku butuhkan
Ya Allah,
Aku ikhlaskan perjalanan hidupku padaMu
Berilah aku jalan yang lurus, jalan yang Kau Ridhoi
Monday
"Lost - Michael Buble"
Aku ingin suatu saat nanti seseorang menyanyikan lagu ini untukku :) disebuah acara makan malam yang romantis diiringi dengan suara gemercik air dan denting piano.
"Lost - Michael Buble"
I can't believe it's over
I watched the whole thing fall
And I never saw the writing that was on the wall
If I'd only knew
The days were slipping past
That the good things never last
That you were crying
Summer turned to winter
And the snow it turned to rain
And the rain turned into tears upon your face
I hardly recognized the girl you are today
And god I hope it's not too late
It's not too late
'Cause you are not alone
I'm always there with you
And we'll get lost together
Till the light comes pouring through
'Cause when you feel like you're done
And the darkness has won
Babe, you're not lost
When your worlds crashing down
And you can't bear the thought
I said, babe, you're not lost
Life can show no mercy
It can tear your soul apart
It can make you feel like you've gone crazy
But you're not
Things have seem to changed
There's one thing that's still the same
In my heart you have remained
And we can fly fly fly away
'Cause you are not alone
And I am there with you
And we'll get lost together
Till the light comes pouring through
'Cause when you feel like you're done
And the darkness has won
Babe, you're not lost
When the worlds crashing down
And you can not bear the cross
I said, baby, you're not lost
I said, baby, you're not lost
I said, baby, you're not lost
I said, baby, you're not lost
dan ketika itu kau akan menyatakan cintamu kembali, aku pun takkuasa untuk menolaknya.
Kemanakah kau selama ini ? tak sadarkah aku menunggumu selama ini :)
/. Kiki Andriani
"Lost - Michael Buble"
I can't believe it's over
I watched the whole thing fall
And I never saw the writing that was on the wall
If I'd only knew
The days were slipping past
That the good things never last
That you were crying
Summer turned to winter
And the snow it turned to rain
And the rain turned into tears upon your face
I hardly recognized the girl you are today
And god I hope it's not too late
It's not too late
'Cause you are not alone
I'm always there with you
And we'll get lost together
Till the light comes pouring through
'Cause when you feel like you're done
And the darkness has won
Babe, you're not lost
When your worlds crashing down
And you can't bear the thought
I said, babe, you're not lost
Life can show no mercy
It can tear your soul apart
It can make you feel like you've gone crazy
But you're not
Things have seem to changed
There's one thing that's still the same
In my heart you have remained
And we can fly fly fly away
'Cause you are not alone
And I am there with you
And we'll get lost together
Till the light comes pouring through
'Cause when you feel like you're done
And the darkness has won
Babe, you're not lost
When the worlds crashing down
And you can not bear the cross
I said, baby, you're not lost
I said, baby, you're not lost
I said, baby, you're not lost
I said, baby, you're not lost
dan ketika itu kau akan menyatakan cintamu kembali, aku pun takkuasa untuk menolaknya.
Kemanakah kau selama ini ? tak sadarkah aku menunggumu selama ini :)
/. Kiki Andriani
Wednesday
Diam
aku terdiam
tanpa memikirkan apapun
aku terdiam
tanpa bisa berkata apapun
aku terdiam
tak bergerak
aku diam
tak berkedip
aku terdiam
merasa tak bertubuh
aku terdiam
merasa tak berjiwa
aku terdiam mendengar kalimat yang keluar dari bibir dan hatimu
tanpa memikirkan apapun
aku terdiam
tanpa bisa berkata apapun
aku terdiam
tak bergerak
aku diam
tak berkedip
aku terdiam
merasa tak bertubuh
aku terdiam
merasa tak berjiwa
aku terdiam mendengar kalimat yang keluar dari bibir dan hatimu
Tuesday
Tidakkah kau ingat Cinta ???
Tidakkah kau ingat cinta ... ketika sayapmu patah
Aku menyambungnya dengan tulang kecilku
Agar aku dapat melihatmu terbang kembali
Tidakkah kau ingat cinta ... ketika kau tidak dapat memeluk gunung
Aku berdoa agar gunung itu berubah menjadi segenggam permata
Agar aku dapat melihatmu bahagia
Tidakkah kau ingat cinta ... ketika kau terjatuh dan terluka
Aku merawatmu didalam pelukanku
Agar aku dapat melihatmu tersenyum
dan ketika aku tersesat ...
dan ketika aku berharap seseorang membawaku pulang ...
dan ketika aku bersahabat dalam sepi ...
dan akhirnya menemukan jalan kembali ...
dan ketika itu kudapati diriku tetap sendiri ...
dan ketika itu kau hilang dalam hadapanku ...
Tidakkah kau ingat cinta ?
Aku menyambungnya dengan tulang kecilku
Agar aku dapat melihatmu terbang kembali
Tidakkah kau ingat cinta ... ketika kau tidak dapat memeluk gunung
Aku berdoa agar gunung itu berubah menjadi segenggam permata
Agar aku dapat melihatmu bahagia
Tidakkah kau ingat cinta ... ketika kau terjatuh dan terluka
Aku merawatmu didalam pelukanku
Agar aku dapat melihatmu tersenyum
dan ketika aku tersesat ...
dan ketika aku berharap seseorang membawaku pulang ...
dan ketika aku bersahabat dalam sepi ...
dan akhirnya menemukan jalan kembali ...
dan ketika itu kudapati diriku tetap sendiri ...
dan ketika itu kau hilang dalam hadapanku ...
Tidakkah kau ingat cinta ?
Wednesday
Akhiri dengan Indah
Ya Tuhan,
Jika hari ini adalah hari terakhirku
Maka jadikanlah hari ini adalah hari yang terindah untukku dan dia
Ya Tuhan,
Jika hari ini adalah hari terakhirku
aku ingin terbang bersama melintasi awan putih
Ya Tuhan,
Jika hari ini adalah hari terakhirku
aku ingin berlayar bersama kapal cinta yang kami rakit
Ya Tuhan,
Jika hari ini adalah hari terakhirku
Ijinkan aku bersujud dikakinya atas kesalahanku
Ya Tuhan,
Jangan Kau jadikan hari ini yang terakhir untukku
Sebelum aku mendapatkan maaf darinya
Hingga aku berani menghadapmu dan mempertanggungjawabakan kebodohanku
Jika hari ini adalah hari terakhirku
Maka jadikanlah hari ini adalah hari yang terindah untukku dan dia
Ya Tuhan,
Jika hari ini adalah hari terakhirku
aku ingin terbang bersama melintasi awan putih
Ya Tuhan,
Jika hari ini adalah hari terakhirku
aku ingin berlayar bersama kapal cinta yang kami rakit
Ya Tuhan,
Jika hari ini adalah hari terakhirku
Ijinkan aku bersujud dikakinya atas kesalahanku
Ya Tuhan,
Jangan Kau jadikan hari ini yang terakhir untukku
Sebelum aku mendapatkan maaf darinya
Hingga aku berani menghadapmu dan mempertanggungjawabakan kebodohanku
Sunday
Bidadari Tanpa Bayangan | # 2
Tiara melirik kepada orang itu dan membisikan sesuatu. “Bilang temanmu untuk mengembalikan handpohone yang baru saja diambilnya dari seorang Bapak Tua yang berdiri didepan pintu atau kamu akan aku lempar keluar”
Tatapan tajam Tiara membuat orang itu bergetar. orang itu pun memberi kode dengan siulan kepada temannya bahwa dia ketangkap basah dan meminta pertolongan. Tiara yang mengerti kode tersebut segera menginjak kaki orang itu tepat dikelingkingnya. Teman-teman orang itu pun memandangi Tiara dengan wajah sangar seperti serigala yang hendak memakan mangsanya.
Wajah orang itu pun merah padam menahan sakit yang teramat karena kelingkingnya masih diijak oleh Tiara. Kembali orang itu memberikan kode kepada teman-temannya untuk mengembalikan handphone yang berhasil diambil dan turun pada pemberhentian terdekat.
Teman orang itu pun mengembalikan handphone yang baru saja diambilnya. Dengan terampil dia mengembalikannya tanpa diketahui oleh bapak tua itu.
Kereta pun berhenti di Stasiun Depok. Tiara melirik orang itu dan memberikan tanda agar orang itu dan teman-temannya segera turun dari kereta.
“Permisi … permisi” orang-orang itupun segera keluar dari kereta.
Orang-orang didepan pintupun merasa kesal karena mereka memaksa keluar dari kereta dengan sedikit mendorong orang-orang didepan pintu.
Ternyata gerombolan copet itu terdiri dari tiga orang. Orang pertama adalah seorang pria dengan rambut kemerahan. Tubuhnya tegap dan altelits. Tingginya sekitar seratus tujuh puluh lima centi. Rambutnya lurus, kasar dan sebagian menutupi wajahnya. Bentuk wajahnya kotak dan tulang rahangnya sangat menonjol. Orang itu menggunakan kemeja lengan pendek yang digulung lagi hingga tato dilengan atasnya terlihat. Matanya yang tajam melihat Tiara dengan buasnya. Sungguh mengerikan. Orang itulah yang mencoba mengambil dompet Tiara. Dia meringis kesakitan sambil memegang pergelangan tangannya yang agak kemerahan.
Orang kedua adalah seorang pria dengan rambut ikal. Panjangnya kira-kira sebahu. Wajahnya bersih dan berbentuk oval. Tubuhnya pendek dan sedikit bongkok. Orang itu menggunakan kaos berwarna hitam. Orang itu memegang jaket hitam, mungkin untuk menutupi gerak-gerik tangannya ketika orang itu melakukan aksinya.
Orang ketiga adalah seorang pria setengah baya. Umurnya sekitar empat puluh tahun. Badannya yang hitam ditutupi oleh bulu. Tubuhnya tinggi besar. Alisnya yang tebal hampir mendominasi wajahnya. Kumisnya yang lebat menambah kesan tua kepada orang itu.
Ketiga orang itu menatap Tiara dengan marah. Tiara menyambutnya dengan tampang seperti tidak terjadi apa-apa. Hingga kereta berjalan kembali, ketiga orang itu tidak berkedip melihat Tiara.
“Mereka dari perkumpulan mana ya ?” pikir Tiara. “Dari cara orang itu berkelit jelas dia mempunyai ilmu yang lumayan tinggi, tapi …. Ah mungkin semua copet seperti itu.” pikir Tiara lagi.
Tak terasa kereta sudah sampai di stasiun Cawang dan Tiara bersiap turun. Dibelakang Tiara berdiri seorang Pria yang tinggi besar menggunakan kemeja lengan panjang. Pria itu membuntuti Tiara menuruni kereta. Kereta itu berjalan kembali pada saat semua penumpang turun. Tiara berjalan menyusuri peron stasiun beberapa puluh meter sebelum sampai ke pintu keluar stasiun.
“Toootttt” bunyi klakson kereta kembali terdengar, menandakan ada kereta yang datang kembali di stasiun tersebut.
“Ting Tong … hati-hati jalur satu, segera melintas pakuan tujuan Jakarta” jelas kepala stasiun melalui PA di stasiun itu.
Pria yang tadi berdiri dibelakang Tiara saat ini sudah berada disamping Tiara. Dan ketika kereta tepat melaju disamping Tiara, orang itupun mendorong Tiara. Tiara yang sudah mengetahui gelagat itupun mundur kebelakang menghindari dorongan orang itu. Orang itu pun hampir jatuh karena kehilangan keseimbangan. Tiara segera menendang perut orang itu dengan kaki kirinya. Tiara mendorong orang itu kebelakang agar orang itu tidak terjatuh dan terseret kereta yang melaju dengan cepatnya.
Orang itupun jatuh kebelakang. Dan menatap Tiara ketahukan. Tiara memberikan tangannya menawarkan bantuan kepada orang itu. Orang itupun bangun dengan terburu-buru dan berjalan dengan gontai meninggalkan Tiara. Tiara kembali berjalan menuju pintu keluar stasiun.
“Sial rupanya ada satu orang lagi didalam kereta dan dia mengincarku” pikirTiara. “Aku harus berhati-hati lagi, aku takut mereka mengenaliku dan mencoba mencelakaiku lagi”
Tiara berjalan keatas jembatan menuju Jalan Gatsu. Tiara janjian dengan temannya untuk menunggunya disitu menuju Bekasi.
Tak berapa lama kemudian sebuah mobil sport berwarna putih menuju kearah Tiara dengan kecepatan tinggi.
# Bersambung …
Tatapan tajam Tiara membuat orang itu bergetar. orang itu pun memberi kode dengan siulan kepada temannya bahwa dia ketangkap basah dan meminta pertolongan. Tiara yang mengerti kode tersebut segera menginjak kaki orang itu tepat dikelingkingnya. Teman-teman orang itu pun memandangi Tiara dengan wajah sangar seperti serigala yang hendak memakan mangsanya.
Wajah orang itu pun merah padam menahan sakit yang teramat karena kelingkingnya masih diijak oleh Tiara. Kembali orang itu memberikan kode kepada teman-temannya untuk mengembalikan handphone yang berhasil diambil dan turun pada pemberhentian terdekat.
Teman orang itu pun mengembalikan handphone yang baru saja diambilnya. Dengan terampil dia mengembalikannya tanpa diketahui oleh bapak tua itu.
Kereta pun berhenti di Stasiun Depok. Tiara melirik orang itu dan memberikan tanda agar orang itu dan teman-temannya segera turun dari kereta.
“Permisi … permisi” orang-orang itupun segera keluar dari kereta.
Orang-orang didepan pintupun merasa kesal karena mereka memaksa keluar dari kereta dengan sedikit mendorong orang-orang didepan pintu.
Ternyata gerombolan copet itu terdiri dari tiga orang. Orang pertama adalah seorang pria dengan rambut kemerahan. Tubuhnya tegap dan altelits. Tingginya sekitar seratus tujuh puluh lima centi. Rambutnya lurus, kasar dan sebagian menutupi wajahnya. Bentuk wajahnya kotak dan tulang rahangnya sangat menonjol. Orang itu menggunakan kemeja lengan pendek yang digulung lagi hingga tato dilengan atasnya terlihat. Matanya yang tajam melihat Tiara dengan buasnya. Sungguh mengerikan. Orang itulah yang mencoba mengambil dompet Tiara. Dia meringis kesakitan sambil memegang pergelangan tangannya yang agak kemerahan.
Orang kedua adalah seorang pria dengan rambut ikal. Panjangnya kira-kira sebahu. Wajahnya bersih dan berbentuk oval. Tubuhnya pendek dan sedikit bongkok. Orang itu menggunakan kaos berwarna hitam. Orang itu memegang jaket hitam, mungkin untuk menutupi gerak-gerik tangannya ketika orang itu melakukan aksinya.
Orang ketiga adalah seorang pria setengah baya. Umurnya sekitar empat puluh tahun. Badannya yang hitam ditutupi oleh bulu. Tubuhnya tinggi besar. Alisnya yang tebal hampir mendominasi wajahnya. Kumisnya yang lebat menambah kesan tua kepada orang itu.
Ketiga orang itu menatap Tiara dengan marah. Tiara menyambutnya dengan tampang seperti tidak terjadi apa-apa. Hingga kereta berjalan kembali, ketiga orang itu tidak berkedip melihat Tiara.
“Mereka dari perkumpulan mana ya ?” pikir Tiara. “Dari cara orang itu berkelit jelas dia mempunyai ilmu yang lumayan tinggi, tapi …. Ah mungkin semua copet seperti itu.” pikir Tiara lagi.
Tak terasa kereta sudah sampai di stasiun Cawang dan Tiara bersiap turun. Dibelakang Tiara berdiri seorang Pria yang tinggi besar menggunakan kemeja lengan panjang. Pria itu membuntuti Tiara menuruni kereta. Kereta itu berjalan kembali pada saat semua penumpang turun. Tiara berjalan menyusuri peron stasiun beberapa puluh meter sebelum sampai ke pintu keluar stasiun.
“Toootttt” bunyi klakson kereta kembali terdengar, menandakan ada kereta yang datang kembali di stasiun tersebut.
“Ting Tong … hati-hati jalur satu, segera melintas pakuan tujuan Jakarta” jelas kepala stasiun melalui PA di stasiun itu.
Pria yang tadi berdiri dibelakang Tiara saat ini sudah berada disamping Tiara. Dan ketika kereta tepat melaju disamping Tiara, orang itupun mendorong Tiara. Tiara yang sudah mengetahui gelagat itupun mundur kebelakang menghindari dorongan orang itu. Orang itu pun hampir jatuh karena kehilangan keseimbangan. Tiara segera menendang perut orang itu dengan kaki kirinya. Tiara mendorong orang itu kebelakang agar orang itu tidak terjatuh dan terseret kereta yang melaju dengan cepatnya.
Orang itupun jatuh kebelakang. Dan menatap Tiara ketahukan. Tiara memberikan tangannya menawarkan bantuan kepada orang itu. Orang itupun bangun dengan terburu-buru dan berjalan dengan gontai meninggalkan Tiara. Tiara kembali berjalan menuju pintu keluar stasiun.
“Sial rupanya ada satu orang lagi didalam kereta dan dia mengincarku” pikirTiara. “Aku harus berhati-hati lagi, aku takut mereka mengenaliku dan mencoba mencelakaiku lagi”
Tiara berjalan keatas jembatan menuju Jalan Gatsu. Tiara janjian dengan temannya untuk menunggunya disitu menuju Bekasi.
Tak berapa lama kemudian sebuah mobil sport berwarna putih menuju kearah Tiara dengan kecepatan tinggi.
# Bersambung …
Thursday
Bidadari Tanpa Bayangan | # 1
“Sayang, bangun … sudah pagi nih” bisik Tiara sambil mengecup kening Guntur.
Guntur membuka matanya seraya melirik wanita cantik disampingnya. Sejenak Guntur menarik nafas panjang dan berusaha untuk membuka matanya, tetapi perlahan matanya pun tertutup kembali.
Tiara membuka jendela kamarnya. Hawa dingin pun berebut untuk memasuki kamar yang hangat tersebut. Dikejauhan Gunung Salak yang gagah itu tampak masih tertidur. Kabut putih masih setia menyelimutinya. Mataharipun masih enggan untuk menampakkan dirinya.
“Kamu mau sarapan apa pagi ini ?” tanya Tiara berusaha membangunkan Guntur kembali.
“Hmm … apa ya ?” lirih Guntur. “Hmm terserah dech …” jawab Guntur sambil menutup matanya kembali.
“Achh ... bilang saja minta dibelikan Nasi Uduk Mpok Nuri kan ?” tanya Tiara.
Tanpa menunggu waktu lagi Tiara segera mengambil sweater coklat miliknya dan menuju balkon diluar kamarnya.
Dengan cepat Tiara turun dari Balkon kamar yang terletak di lantai 2 rumahnya. Hap … kaki Tiara berpijak pada pohon Mangga yang terletak tepat didepan rumahnya. Kaki Tiara tidak menimbulkan suara sedikitpun seperti burung hinggap diatas dahan. Hingga akhirnya tong sampah itu menjadi pijakan terakhir Tiara sebelum mendarat di tanah. Mata Tiara mengamati sekeliling taman rumahnya memastikan tidak ada seorangpun yang melihat aksi Tiara. Sambil menepuk-nepukkan keduatelapak tangannya Tiara menarik napas panjang dan berjalan keluar rumah untuk membeli sebungkus nasi uduk untuk Suami tercinta.
…
“Sayang, sarapannya sudah siap” kata Tiara.
Nasi uduk buatan Mpok Nuri sangat harum menyerbak. Warn putih pucat yang keluar dari nasi tersebut menandakan nasi tersebut diselimuti oleh santan yang kental. Aroma bawang goreng menambah selera siapa saja yang menciumnya. Tak ketinggalan Tiara menambahkan telur mata sapi buatannya sendiri.
Tak lupa Tiara membuatkan teh tubruk panas . Teh yang dibeli langsung dari kebun teh di Puncak mengeluarkan aroma tersendiri dan membuat orang yang meminumnya terhipnotis masuk kedalam suasana pedesaan.
Guntur keluar dari kamar sambil mengancingkan kemeja menuju meja makan. “Terima kasih ya sayang” bisik Guntur sambil mengecup kening Tiara. Tiara membalasnya dengan senyuman.
“Hari ini aku rencana ke Bantar Gebang untuk memberikan sumbangan dari Pabrik Kaca” Kata Tiara mengawali pembicaraan dimeja makan. “Rencananya Pabrik Kaca itu akan menyumbang perosotan dan perlengkapan sekolah. Nggak papa kan sayang ?” Tanya Tiara meminta persetujuan Guntur untuk memperbolehkan Tiara keluar rumah.
“Hati-hati ya Sayang” jawab Guntur menyetujuinya
Tiara memang aktif di sebuah Yayasan Sosial Kusuma. Tiara biasa mengajar di rumah singgah. Tiara yang dikenal guru yang kreatif karena gaya mengajar yang sangat berbeda dengan guru pada umumnya. Dia menjelaskan sesuatu kepada anak didiknya dalam bentuk sandiwara boneka atau wayang. Tak heran anak-anak sangat senang bila Tiara datang untuk mengajar.
…
“Aku duluan ya” kata Guntur kepada Tiara ketika kereta jurusan Tanah Abang Express membuka pintu tepat didepan Guntur berdiri.
“Ya, hati-hati ya Sayang.” jawab Tiara.
Beberapa detik kemudian kereta tersebut meninggalkan Tiara. Tiara tenggelam bersama puluhan orang yang menunggu kereta jurusan Jakarta. Tiara membayangkan nanti dia akan bertemu dengan anak-anak Bantar Gebang. Wajah lugu yang keluar dari anak-anak itu membuat hati Tiara senang.
“Totttt” Suara klakson kereta memecah lamunan Tiara.
Beberapa saat kemudian kereta ekonomi jurusan Jakarta pun tiba di stasiun Bojong Gede. Tiara memasuki kereta yang sudah penuh tersebut. Tiara langsung mencari posisi yang enak. Dia lebih suka berdiri disamping pintu karena dirasa aman dan tidak akan terdorong-dorong ketika ada orang yang keluar.
Tiara menikmati pemandangan diluar sana. Dia mengamati kemacetan ketika kereta melewati persimpangan. Terlihat pengendara motor yang tidak sabar ingin segera menyebrang rel kereta. Mereka tidak peduli jarak antara kereta dan motornya hanya beberapa centimeter saja.
Tiara merasakan gelagat yang aneh dari sesorang yang berdiri disampingnya. Orang itu sengaja merapatkan tubuhnya ke Tiara. Tiara yang merasa risih akan hal itu segera bergeser sedikit. Orang itu pun kembali merapatkan tubuhnya ke Tiara. Tiara merasakan tasnya dirogoh orang itu. Sangat terasa sekali ketika tangan orang itu mengerayangi tas Tiara. Tiara sengaja membiarkan orang itu melakukan aksinya dan ketika tangan jahil itu berhasil masuk kedalam tas Tiara seketika itu pula tangan Tiara berusaha untuk menangkap tangan jail tersebut dengan menjepitnya dengan lengannya.
Hampir saja Tiara mendapatkan tangan itu, tetapi rupanya orang itu lebih cepat dari pada Tiara. Tangan orang itu pun berhasil keluar dari tas Tiara. Tiara yang merasa yakin bahwa orang yang berdiri disebelahnyalah yang melakukannya. Dengan sekuat tenaga orang itu menarik kakinya. Ketika nyaris lepas, Tiara segera menyambar tangan sang copet dengan lihainya. Sang copetpun kebingungan ketika tangannya berhasil dipegang Tiara. Tiara memegangnya dengan keras tepat dipergelangan tangan orang itu. Orang itupun berusaha untuk melepaskan tangannya dari gengaman Tiara tetapi genggaman tiara terlalu kuat dan membuat orang itu kesakitan.
# Bersambung …
Guntur membuka matanya seraya melirik wanita cantik disampingnya. Sejenak Guntur menarik nafas panjang dan berusaha untuk membuka matanya, tetapi perlahan matanya pun tertutup kembali.
Tiara membuka jendela kamarnya. Hawa dingin pun berebut untuk memasuki kamar yang hangat tersebut. Dikejauhan Gunung Salak yang gagah itu tampak masih tertidur. Kabut putih masih setia menyelimutinya. Mataharipun masih enggan untuk menampakkan dirinya.
“Kamu mau sarapan apa pagi ini ?” tanya Tiara berusaha membangunkan Guntur kembali.
“Hmm … apa ya ?” lirih Guntur. “Hmm terserah dech …” jawab Guntur sambil menutup matanya kembali.
“Achh ... bilang saja minta dibelikan Nasi Uduk Mpok Nuri kan ?” tanya Tiara.
Tanpa menunggu waktu lagi Tiara segera mengambil sweater coklat miliknya dan menuju balkon diluar kamarnya.
Dengan cepat Tiara turun dari Balkon kamar yang terletak di lantai 2 rumahnya. Hap … kaki Tiara berpijak pada pohon Mangga yang terletak tepat didepan rumahnya. Kaki Tiara tidak menimbulkan suara sedikitpun seperti burung hinggap diatas dahan. Hingga akhirnya tong sampah itu menjadi pijakan terakhir Tiara sebelum mendarat di tanah. Mata Tiara mengamati sekeliling taman rumahnya memastikan tidak ada seorangpun yang melihat aksi Tiara. Sambil menepuk-nepukkan keduatelapak tangannya Tiara menarik napas panjang dan berjalan keluar rumah untuk membeli sebungkus nasi uduk untuk Suami tercinta.
…
“Sayang, sarapannya sudah siap” kata Tiara.
Nasi uduk buatan Mpok Nuri sangat harum menyerbak. Warn putih pucat yang keluar dari nasi tersebut menandakan nasi tersebut diselimuti oleh santan yang kental. Aroma bawang goreng menambah selera siapa saja yang menciumnya. Tak ketinggalan Tiara menambahkan telur mata sapi buatannya sendiri.
Tak lupa Tiara membuatkan teh tubruk panas . Teh yang dibeli langsung dari kebun teh di Puncak mengeluarkan aroma tersendiri dan membuat orang yang meminumnya terhipnotis masuk kedalam suasana pedesaan.
Guntur keluar dari kamar sambil mengancingkan kemeja menuju meja makan. “Terima kasih ya sayang” bisik Guntur sambil mengecup kening Tiara. Tiara membalasnya dengan senyuman.
“Hari ini aku rencana ke Bantar Gebang untuk memberikan sumbangan dari Pabrik Kaca” Kata Tiara mengawali pembicaraan dimeja makan. “Rencananya Pabrik Kaca itu akan menyumbang perosotan dan perlengkapan sekolah. Nggak papa kan sayang ?” Tanya Tiara meminta persetujuan Guntur untuk memperbolehkan Tiara keluar rumah.
“Hati-hati ya Sayang” jawab Guntur menyetujuinya
Tiara memang aktif di sebuah Yayasan Sosial Kusuma. Tiara biasa mengajar di rumah singgah. Tiara yang dikenal guru yang kreatif karena gaya mengajar yang sangat berbeda dengan guru pada umumnya. Dia menjelaskan sesuatu kepada anak didiknya dalam bentuk sandiwara boneka atau wayang. Tak heran anak-anak sangat senang bila Tiara datang untuk mengajar.
…
“Aku duluan ya” kata Guntur kepada Tiara ketika kereta jurusan Tanah Abang Express membuka pintu tepat didepan Guntur berdiri.
“Ya, hati-hati ya Sayang.” jawab Tiara.
Beberapa detik kemudian kereta tersebut meninggalkan Tiara. Tiara tenggelam bersama puluhan orang yang menunggu kereta jurusan Jakarta. Tiara membayangkan nanti dia akan bertemu dengan anak-anak Bantar Gebang. Wajah lugu yang keluar dari anak-anak itu membuat hati Tiara senang.
“Totttt” Suara klakson kereta memecah lamunan Tiara.
Beberapa saat kemudian kereta ekonomi jurusan Jakarta pun tiba di stasiun Bojong Gede. Tiara memasuki kereta yang sudah penuh tersebut. Tiara langsung mencari posisi yang enak. Dia lebih suka berdiri disamping pintu karena dirasa aman dan tidak akan terdorong-dorong ketika ada orang yang keluar.
Tiara menikmati pemandangan diluar sana. Dia mengamati kemacetan ketika kereta melewati persimpangan. Terlihat pengendara motor yang tidak sabar ingin segera menyebrang rel kereta. Mereka tidak peduli jarak antara kereta dan motornya hanya beberapa centimeter saja.
Tiara merasakan gelagat yang aneh dari sesorang yang berdiri disampingnya. Orang itu sengaja merapatkan tubuhnya ke Tiara. Tiara yang merasa risih akan hal itu segera bergeser sedikit. Orang itu pun kembali merapatkan tubuhnya ke Tiara. Tiara merasakan tasnya dirogoh orang itu. Sangat terasa sekali ketika tangan orang itu mengerayangi tas Tiara. Tiara sengaja membiarkan orang itu melakukan aksinya dan ketika tangan jahil itu berhasil masuk kedalam tas Tiara seketika itu pula tangan Tiara berusaha untuk menangkap tangan jail tersebut dengan menjepitnya dengan lengannya.
Hampir saja Tiara mendapatkan tangan itu, tetapi rupanya orang itu lebih cepat dari pada Tiara. Tangan orang itu pun berhasil keluar dari tas Tiara. Tiara yang merasa yakin bahwa orang yang berdiri disebelahnyalah yang melakukannya. Dengan sekuat tenaga orang itu menarik kakinya. Ketika nyaris lepas, Tiara segera menyambar tangan sang copet dengan lihainya. Sang copetpun kebingungan ketika tangannya berhasil dipegang Tiara. Tiara memegangnya dengan keras tepat dipergelangan tangan orang itu. Orang itupun berusaha untuk melepaskan tangannya dari gengaman Tiara tetapi genggaman tiara terlalu kuat dan membuat orang itu kesakitan.
# Bersambung …
Cinta ... Kamu sombong
Apakah kau tau cinta bahwa aku merindukanmu ...
Apakah kau tau cinta bahwa aku menanti kehadiranmu
Apakah kau tau cinta bahwa aku kehilanganmu
Mengapa cinta, ketika aku katakan merindukanmu kau terdiam
Mengapa cinta, ketika aku mendekat kau semakin menjauh
Mengapa cinta, ketika aku mengejarmu kau menghilang
Tapi cinta, aku tetap menunggumu
Tapi cinta, aku setia menantimu
Tapi cinta, aku merasa memilikimu
Cinta .... Tidakkah kau merasakan hal yang sama ?
Apakah kau tau cinta bahwa aku menanti kehadiranmu
Apakah kau tau cinta bahwa aku kehilanganmu
Mengapa cinta, ketika aku katakan merindukanmu kau terdiam
Mengapa cinta, ketika aku mendekat kau semakin menjauh
Mengapa cinta, ketika aku mengejarmu kau menghilang
Tapi cinta, aku tetap menunggumu
Tapi cinta, aku setia menantimu
Tapi cinta, aku merasa memilikimu
Cinta .... Tidakkah kau merasakan hal yang sama ?
Subscribe to:
Posts (Atom)
