Monday

"Selamat Ulang Tahun Matahariku"

23 Agustus 2010

Malam menjelang 23 kemarin aku tidak dapat menemanimu tidur karena aku harus menemani anak kita yang sedang sakit. Suara batuknya sangat mengganggu hatiku dan aku pun tidur dengan memeluknya dan berharap batuknya segera sembuh.
Aku terkaget dengan suara alaram handphone yang telah disetting pukul 2 dini hari untuk bisa menyiapkan makan sahur keluarga, tetapi entah mengapa aku sangat mengantuk dan aku hanya melihat handphone dan tersadar aku tertidur di kamar anak-anak.

Aku berjalan kearah kamar kita dan membiarkan alarm handphone tetap menyala berharap aku akan terjaga lagi. Hingga akhirnya aku melanjutkan tidur kembali.
Alarm handhpone membuatku terbangun kembali setelah dia membiarkan aku tertidur beberapa menit. Aku pun terbangun dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sahur.
Entah kenapa perasaanku sangat tidak enak  perasaan marah, sedih, terbuang datang tiba-tiba. Tapi aku menepis semua perasaan itu, karena aku merasa tidak memimpikan apa-apa dan tidak punya alas an untuk itu.
Aku menyiapkan pecel untuk suamiku karena beberapa hari yang lalu dia minta makan pecel depok saat berbuka. Walau pecel yang aku buat tidak seenak pecel depok tapi aku berusaha memasaknya dengan cinta, dan Insya Allah rasanyapun pasti tidak jauh beda

Aku mengecek nasi apakah masih ada atau tidak, ternyata pyuhhh … nasi yang aku masak sore basi. Haduhhh membuatku tambah BT. Langsung aku minta si mbak untuk masak nasi lagi.

Aku berjalan kekamar dengan perasaan tadi. Aku bilang “ kenapa ya ayah, aku kok bangun tidur langsung gondok ya “ mas Ony bilang “emang tadi mimpi apa ? “ “perasaan tidak mimpi apa-apa “, pikirku. “hmm … perasaanku tidak enak dan nasi yang aku masak sore basi, mungkin akan ada apa-apa” bilangku lagi. “ ayah hati-hati dalam bertindak ya, perasaanku tidak enak” mintaku kembali.

Aku tersadar bahwa hari ini ulang tahun suamiku dan spontan aku bilang “oh iya Ayah … selamat ulang tahun ya, maaf aku nggak bisa ngasih apa-apa”. “peluknya mana ? “ lanjut mas Ony. Dengan perasaan masih tidak enak aku pun memeluknya sambil berbisik “ Selamat ulang tahun ya, I love you” .

“Ayah, karena sekarang hari senin, maukah Ayah berangkat pagi ke kantor?” pintaku. “tadi aku juga niat seperti itu, setelah sahur dan sholat subuh kita langsung berangkat” lanjutnya.

Sepanjang perjalanan menuju kantor aku sedih tidak dapat memberikan apa-apa sebagai kado ulang tahun suamiku.
Pernah beberapa tahun yang lalu aku membelikan kado untuknya, dan isinya sama dengan kadonya untukku. Maklum ulang tahun kami memang berdekatan, biasanya kita melakukan tukaran kado :). Dan ternyata setelah ditelusuri, hari itu kita sama-sama membeli kado tersebut di sebuah mall yang sama. Dan kejadian serupa sering sekali terjadi pada kehidupan kami berdua. Seperti dua orang anak yang kembar siam.

“Tapi aku belum menemukan cara pengganti kado untuknya, apa yang bisa aku lakukan agar hari ini dia merasa teristimewa”, lamunku. “hmm sebuah puisi … ya sebuah puisi” lanjutku dalam lamunan.
Pada jam istirahat kantor aku pun menulis puisi ini untuknya berikut isinya

:: Sang Waktu ::

Sang waktu tetap berjalan, tanpa menunggumu
Dia tidak peduli apakah kau mengisinya dengan makna
Detik demi detik bergulir, tanpa menunggumu
Dia tidak peduli apakah kau memanfaatkannya dengan bersuci
Dan umurmu akan tetap bertambah tanpa kau sadari

Rentang waktu kadang membuat kita belajar
Membuat kita semakin dewasa
Rentang waktu kadang membuat kita terlena
Membuat kita melanggar titah Sang Kuasa
Dan umurmu akan tetap bertambah tanpa kau sadari

Walau Einstein berkata “rentang waktu itu berbeda tergantung bagaimana keadaan kita pada saat itu”
Walau Hasan Al-Bana berkata “ Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”
Walau Paman Sam berkata “ Waktu adalah uang”
Tapi bagiku “waktu adalah kehidupan”
Dan umurmu akan tetap bertambah tanpa kau sadari

Bagi mereka kau hanya seorang teman, sahabat, karyawan dan keluarga
Tapi bagiku kau adalah Matahariku
Bagimu kau hanya seorang suami dan ayah
Tapi bagiku kau adalah Kehidupanku

Maukah kamu mempimpin kami menelusuri Sang Waktu ?
Hingga tiba saatnya Sang Pemilik Waktu meminta kami kembali
Maukah kamu mempimpin kami menelusuri Sang Waktu ?
Hingga tiba saatnya Sang Pemilik Waktu memintamu kembali


“Selamat Ulang Tahun Matahariku, semoga kau dapat menelurusi waktumu dijalan Nya dan dapat menghantarkan kami kepada Nya”. Amin

/. Bidadari_Jail

No comments:

Post a Comment